I AM CEMONX..!!

My photo
QQ a.k.a CEMONX lahir di Jakarta, tanggal 7 Juni 1986, di sebuah Rumah Sakit di bilangan Pancoran..
QQ a.k.a CEMONX adalah seonggok pemuda urakan yang selalu ingin tertawa lagi dan lagi..
QQ a.k.a CEMONX adalah sebuah pemuda yang ingin diakui sebagai 'otaku' karena kecintaannya terhadap AKB48+SNSD+manga+music+movie+anime+all about japanesse..
QQ a.k.a CEMONX juga menyukai all about PUNX dari musik, ideologi dll..
Not Available, Rufio, Skin Of Tears, Propagandhi, Pennywise, Bad Religion, Strike Anywhere adalah sedikit dari banyak band punx yang disukai CEMONX..
QQ a.k.a CEMONX adalah seorang drummer untuk sebuah band yang bernama SUSHIBASHI (J-INDIE POP)..
Di SUSHIBASHI QQ a.k.a CEMONX juga menciptakan beberapa lagu..
QQ a.k.a CEMONX juga merupakan personil SLUGGYPIG (MELODIC HARDCORE PUNX) dimana ia bertindak sebagai vocalist+bassist
Di band ini ia menciptakan hampir sebagian besar lagu dan selalu berteriak STILL PUNX STILL PROUD kepada setiap orang
Kalian bisa request album+video dll di blog ini
so enjoy my blog guys..

Thursday, December 11, 2008

Anak Jaman Sekarang = Fashion atau Gaya Hidup ?

Kalau kita liat di jalan, kampus, mall, ataupun tempat"umum lainnya, makin banyak kita liat anak"muda yang bergaya layaknya anak punk, metal & berbagai subkultur lainnya. Sekarang yang jadi pertanyaan kita apakah mereka hanya bergaya (fashion), atau memang jalan hidup? Susah memang untuk menjawabnya. Akan tetapi di sini saya akan mencoba membahas itu semua melalui visi saya sebagai 'anak punk'.
Sekarang akan saya coba telaah terlebih dahulu pertanyaan yang pertama, gaya atau jalan hidup?. Dari sebagian besar perbincangan saya dengan mereka, mereka menjawab sebagai gaya saja agar tidak ketinggalan jaman karena sedang trendnya atau jamannnya. Kemudian sebagian besar lagi menjawab memang jalan hidup. WOW..!! Hal tersebut membuat saya terkagum dan sontak membuat otak saya berpikir untuk menggali lebih dalam. Kemudian saya mencoba bertanya musik apa saja yang mereka dengar? mereka menjawab, untuk band punx nya seperti ; BLINK182, SUM41, MXPX, Angel n Airwaves RUFIO DLL. Band yang mereka sebutkan tersebut merupakan band pasaran yang hampir semua orang tahu. Ketika saya mencoba bertanya kepada mereka, apakah mereka mendengarkan band" punk seperti ; NOT AVAILABLE, SKIN OF TEARS, PROPAGANDHI, WIZO dan band"punk lama lainnya. Sebagian besar dari mereka menjawab ga tahu dan belum pernah dengar sama sekali. Hufff..sungguh ironis memang & membuat saya cukup emosi ingin menjambak rambutnya yang sangat terlihat 'salon' tersebut.
Kemudian saya mencoba menggali lebih dalam lagi. Saya bertanya apakah mereka tahu slogan dasar atau landasan berpikir dari anak punk, mereka menjawab, ANARCHY, FREEDOM dan berbagai jawaban lainnya. Tetapi jarang dari mereka yang menjawab D.I.Y (Do It Yourself) yang merupakan landasan berpikir dari seorang punker iru sendiri. Do It Yourself merupakan sebuah cara berpikir yang menghendaki segala sesuatunya dikerjakan sendiri. Contohnya, dalam sebuah kasus band yang merilis album nya memakai uang dan membentuk label sendiri, membuat tulisan lepas tentang punk pada fanzine dll. Dalam D.I.Y tidak menghendaki adanya sponsor besar dalam kegiatan mereka. Walaupun dalam kasus tertentu tetap diprlukan. Misalnya ketika mereka membuat suatu acara musik mereka lebih bangga dan enjoy menyelenggarakan acara musik di pinggir jalan kecil"an daripada harus membuat suatu acara besar"an di venue yang besar tetapi harus terlibat sponsorship yang sangat membuat pusing. Bagi mereka yang penting bisa moshing dan pogo ataupun sing along menyanyikan lagu favourite mereka.
Ketika saya bertanya lagi tentang apa arti ANARCHY sebagaimana yang telah mereka jawab, mereka menjawab sebagai keadaan yang tanpa peraturan dimana setiap orang bisa berbuat seenak perut mereka. Jawaban terebut benar akan tetapi dalam ruang lingkup sosiologi. Dalam ruang lingkup punk, ANARCHY diartikan sebagai keadaan dimana orang bisa hidup berdampingan tanpa kelas dan juga tanpa peraturan. Definisi tersebut dekat dengan teori sosialisme. Mendengar jawaban mereka saya hanya bisa menghela nafas dalam hati..Fyuhhh...
Lalu saya mencoba bertanya darimana mereka mendapat ide bergaya rambut seperti itu? Mereka menjawab dari video clip band"punx, power pop, metal dan sebaginya. Kemudian saya bertanya lagi dimana mereka membuat rambut seperti itu. Mereka menjawab di Salon. Haaa..!! (kaget). Berapaan? mereka menjawab 20 - ratusan ribu rupiah. Ckckck..Menurut saya dengan mereka bergaya seperti malah semakin terlihat sebagai banci salon bukan seperti anak punk ataupun metal. Dengan rambut lurus mengkilap rapi layaknya gadis sunsilk, sangat berseberangan dengan falsafah hidup anak punk yang anti kemapanan. Anak punk yang berpandangan anti kemapanan sangat membenci kegiatan yang membuang uang untuk kegiatan yang tidak penting, ataupun memakai merk yang mahal dan terkenal di badannya. Oleh karena itu anak punk seringkali terlihat 'gembel' dalam kesehariannya. Keadaan tersebut belum tentu berarti mereka tetapi mereka tidak mempunyai uang untuk berpakaian layak, akan tetapi kep'yang benar' menyelenggarakan 'FOOD BOMB' (membagi makanan kepada orang"yang tidak mampu di pinggir jalan) daripada harus pergi ke salon.
Anti Kemapanan tersebut merupakan suatu bentuk protes kepada pemerintah dan khalayak umum akan keadaan yang ada. Oleh karena itu anak punk seringkali memakai baju yang sobek" untuk menyimbolkan anti kemapanan tersebut.
Jadi kesimpulannya bahwa sebagian besar dari anak"yang bergaya banci salon tersebut tidak tahu apa"tentang punk ataupun subkultur lainnya yang mengaku"mereka anut. Mereka hanya mengambil sisi fashion saja bukan jalan hidup. Saya akan sangat merespek anak"yang bergaya seperti itu tetapi mereka mempunyai pengetahuan yang luas tentang dunia subkultur seperti punk, metal, reggae, dsb sehingga saya bisa sharing dan banyak belajar darinya.
Sebagai lampiran akan coba saya tampilkan banci"salon yang saya maksud :
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
yg berikut ini udah banci salon maho pula :
Photobucket

Pembahasan lebih lanjut akan saya tulis pada postingan berikutnya.

No comments: