I AM CEMONX..!!

My photo
QQ a.k.a CEMONX lahir di Jakarta, tanggal 7 Juni 1986, di sebuah Rumah Sakit di bilangan Pancoran..
QQ a.k.a CEMONX adalah seonggok pemuda urakan yang selalu ingin tertawa lagi dan lagi..
QQ a.k.a CEMONX adalah sebuah pemuda yang ingin diakui sebagai 'otaku' karena kecintaannya terhadap AKB48+SNSD+manga+music+movie+anime+all about japanesse..
QQ a.k.a CEMONX juga menyukai all about PUNX dari musik, ideologi dll..
Not Available, Rufio, Skin Of Tears, Propagandhi, Pennywise, Bad Religion, Strike Anywhere adalah sedikit dari banyak band punx yang disukai CEMONX..
QQ a.k.a CEMONX adalah seorang drummer untuk sebuah band yang bernama SUSHIBASHI (J-INDIE POP)..
Di SUSHIBASHI QQ a.k.a CEMONX juga menciptakan beberapa lagu..
QQ a.k.a CEMONX juga merupakan personil SLUGGYPIG (MELODIC HARDCORE PUNX) dimana ia bertindak sebagai vocalist+bassist
Di band ini ia menciptakan hampir sebagian besar lagu dan selalu berteriak STILL PUNX STILL PROUD kepada setiap orang
Kalian bisa request album+video dll di blog ini
so enjoy my blog guys..

Thursday, November 26, 2009

BLEH...MABS...DLL..

Yeah...Pernahkan kalian semua mendengar kawan kalian berkata, "Ya elah, woles aj bleh yang penting mabs kali". Terus terang saya langsung tertawa terpingkal-pingkal ketika pertama kali mendengarnya. Mungkin karena memang orang yang ngomong jenaka dan logatnya memang bisa membuat bulu kuduk humor kita bergidik geli. Yang jelas kalimat tersebut saya dengar ketika saya nongkrong bersama kawan-kawan saya yang notabenenya berasal dari Depok dan nongkrong di sebuah Clothing Shop yang bernama Pocket di bilangan Margonda, dekat rumah Sakit Hermina, Depok. Kapannya yaa...baru-baru ini sekitar tahun 2009.

Ditelaah dari segi sejarahnya memang kata-kata tersebut bukan muncul pertama kali lewat bibir mereka, sudah banyak orang yang sudah pernah memakainya sebagai diksi dalam pembicaraan mereka. Kata-kata penyingkatan seperti mabs (mabok), uds (udah) dan semua kata-kata yang disingkat lainnya kurang lebih sudah muncul di Jakarta pada tahun 2004-an. Dari berbagai wawancara dengan narasumber ditemukan bahwa ternyata bahasa singkatan tersebut berasal dari anak-anak yang biasa nongkrong di kawasan Tanjung Priuk. Banyak dari anak Depok yang bekerja di sana, hal itu membuat bahasa keseharian tersebut akhirnya terbawa sampai kawasan Depok. Sedangkan kata Woles yang merupakan bahasa Kilab (balik) dari kata selow (dibaca: nyantai) muncul pertama kali lewat buah kata anak-anak SMU 70 Bulungan Jakarta Selatan yang merupakan warisan turun-temurun per-angkatan. Bahasa Kilab kurang lebih sudah muncul sejak tahun 98-an. Saya kurang tahu persisnya kapan, yang jelas pertama kali saya mendengarnya dari Kakak kawan saya yang bersekolah di SMU 70. Untuk kata 'Bleeh' adalah sebuah bahasa 'slank', seperti 'bro' (2000-an), 'jo' (awal 2000-an) dan berbagai panggilan lainnya kepada teman agar terasa lebih akrab. Dari penelusuran ditemukan bahwa 'Bleeh" memang berasal dari anak-anak Depok sejak tahun 2008-an.

Yang perlu disikapi di sini adalah sebuah trend bergerak dalam sebuah garis siklis yang terus berputar. Sesuai dengan teori Siklis Sejarah yang mengatakan bahwa gerak Sejarah selalu berputar, maksudnya bisa berulang tetapi pelaku sejarahnya yang berbeda (mohon direvisi jikalau salah). Trend yang menyangkut Fashion, Musik, dan lain-lain akan selalu berulang sesuai dengan perkembangan jaman dan jiwa zamannya (zeitgeist). Misalkan trend berpakain baju kedodoran atau kedombrongan dengan dimasukkan rapih ke dalam celana, sudah muncul pertama kali pada kisaran tahun 70-80-an. Dapat dijumpai misalnya dalam berpakaian Eva Arnaz dalam berbagai film Warkop yang muncul pada kisaran tahun 70 akhir-80-an. Wanita sebagai pelaku Fashion mempunyai tingkat senstifitas yang tinggi terhadap pakaian yang mereka kenakan. Wanita seringkali (tidak semua) akan malu apabila baju yang dikenakannya tidak sesuai dengan jamannya atau yang biasa disebut 'ga ngetrend'. Kemudian mereka akan mencoba mengobrak-ngabrik majalah fashion kepunyaan orang tua mereka dan akhirnya ditemukanlah gaya berpakaian seperti itu.

Begitu juga dengan musik. Musik yang muncul pada era sekarang misalkan pada scene Underground, akan mencoba menciptakan sesuatu yang baru dengan cara mencampuraduk musik sekarang dengan musik yang telah muncul terlebih dahulu. Misalkan Bullet For My Valentine, band metal dari Inggris yang muncul pada era 2006-an, mencampuradukkan musik Modern Metal dengan Trash Metal yang tercantum pada diri Metallica yang sudah muncul lebih dahulu pada akhir tahun 80-an. Tindakan tersebut memunculkan musik yang terdengar lebih fresh pada kuping pendengar. Pada scene Punk misalkan Utopia Now! yang me mix and match musik Old Skull Punk/Political Punk ala Bad Religion dengan gaya Punk yang modern yang lebih bersifat Pop. Dari segi lirik/syair sangat jelas terlihat gaya Bad Religion dalam diri Utopia Now! (rekomendasi penulis untuk didengar).

Kemudian masalah kata-kata yang diucapkan oleh teman-teman saya tadi tidak terlepas dari kreativitas dalam mengolah gesture berbicara dan pemilihan diksi yang tepat sehingga pendengar tidak bosan mendengar, malah menjadi tergila dalam situasi yang tidak terkendali. Hendaknya kebebasan dalam berkreasi akan tetap terjaga sampai hari akhir nanti. sehingga pekerjaan otak kanan dan kiri menjadi seimbang demi teciptanya dunia yang lebih berwarna dan tidak membosankan untuk kita tinggali.

Akhir kata terima kasih kepada anak-anak Depok yang telah menginspirasikan tulisan ini.

No comments: