Ketika pertama kali mendengar kata ini pasti akan terlintas di benak kita, "apaan nih Punk Rock Bebas?". Ya Punk Rock Bebas adalah sebuah paham yang pertama kali diucapkan oleh Junet Locodia (dahulu personil Coming Out dan The Eyes Of The Tiger) seorang Punkrocker asal Mampang, Jakarta.
Pada suatu situasi di tahun 2005 sewaktu Junet ingin manggung bersama Coming Out di Jatinangor, Junet ditanya oleh Robby, "Net uang lo tinggal berapa?". Junet menjawab. "gocenk doank ni". Kemudian Robby menjawab lagi, "lo mau pulang naek apa?". Junet menjawab dengan entengnya, "Truk ayam juga jadi gw yang penting nyampe, kan Punk Rock Bebas". Pendek cerita begitulah sejarah lahirnya paham Punk Rock Bebas.
Punk Rock Bebas adalah paham yang menyatakan bahwa seorang Punkrocker harus bebas tanpa ikatan apapun. Tidak ada aturan atau norma apapun yang dapat mengekang seorang Punkrocker. Hanya D.I.Y yang dipandang oleh Punk Rock Bebas. Seorang Punk Rock Bebas tidak harus berpakaian/berpenampilan layaknya seorang Street Punk dengan Spike Vest penuh emblem, Jeans Belel dan ketat, Boots, Rantai, rambut mohawk dan tindikan di mana-mana. Seorang Punk Rock Bebas tidak harus berpakaian pada pakem apapun, bebas yang penting nyaman. Apabila seorang Punk Rock Bebas berpakaian Flamboyan ala anak pantai tp mempunyai pemahaman tentang Punk yang tinggi, orang itu sah sebagai Punkrocker dalam Punk Rock Bebas. Intinya Punk Rock Bebas tidak memperdulikan yg penting attitude dan pemahaman yang tinggi terhadap Punk.
Di gigs/Moshpit, seorang Punk Rock Bebas, bebas melakukan apapun baik itu Pogo, Moshing, 2 step, Body Diving, Wall of Dead, Circle Pit dan berbagai gerakan lainnya. Tidak harus musik Punk melainkan apapun bisa di apresiasikan oleh Punk Rock Bebas karena berprinsip support scene bukan hanya aliran tertentu. Jadi apapun musiknya asalkan Band tersebut mempunyai Passion yang tinggi terhadap musiknya pasti akan di support oleh Punk Rock Bebas. Tapi jangan harap Punk Rock Bebas akan mensuport musik melayu atau apapun itu yang telah menjadi korban industri musik Indonesia yang terlah merusak tatanan kreatif dunia musik Indonesia. Masyarakat pendengar dibutakan dan dibodohi dengan adanya band-band tersebut.
Sebagai band, Punk Rock Bebas, bebas untuk berbuat apapun untuk mengapresiasikan musiknya. Baik itu menghancurkan sound, berkelahi dengan orang-orang, meludah, dan berbagai kekerasan lainnya. Karena Punk Rock Bebas itu BEBAS. Itu merupakan suatu apresiasi dari paham anarchy yang di usung Punk Rock Bebas. Anarchy adalah suatu paham yang menginginkan tatanan kehidupan tanpa birokrasi dan pemerintah.
To be continued....
Pada suatu situasi di tahun 2005 sewaktu Junet ingin manggung bersama Coming Out di Jatinangor, Junet ditanya oleh Robby, "Net uang lo tinggal berapa?". Junet menjawab. "gocenk doank ni". Kemudian Robby menjawab lagi, "lo mau pulang naek apa?". Junet menjawab dengan entengnya, "Truk ayam juga jadi gw yang penting nyampe, kan Punk Rock Bebas". Pendek cerita begitulah sejarah lahirnya paham Punk Rock Bebas.
Punk Rock Bebas adalah paham yang menyatakan bahwa seorang Punkrocker harus bebas tanpa ikatan apapun. Tidak ada aturan atau norma apapun yang dapat mengekang seorang Punkrocker. Hanya D.I.Y yang dipandang oleh Punk Rock Bebas. Seorang Punk Rock Bebas tidak harus berpakaian/berpenampilan layaknya seorang Street Punk dengan Spike Vest penuh emblem, Jeans Belel dan ketat, Boots, Rantai, rambut mohawk dan tindikan di mana-mana. Seorang Punk Rock Bebas tidak harus berpakaian pada pakem apapun, bebas yang penting nyaman. Apabila seorang Punk Rock Bebas berpakaian Flamboyan ala anak pantai tp mempunyai pemahaman tentang Punk yang tinggi, orang itu sah sebagai Punkrocker dalam Punk Rock Bebas. Intinya Punk Rock Bebas tidak memperdulikan yg penting attitude dan pemahaman yang tinggi terhadap Punk.
Di gigs/Moshpit, seorang Punk Rock Bebas, bebas melakukan apapun baik itu Pogo, Moshing, 2 step, Body Diving, Wall of Dead, Circle Pit dan berbagai gerakan lainnya. Tidak harus musik Punk melainkan apapun bisa di apresiasikan oleh Punk Rock Bebas karena berprinsip support scene bukan hanya aliran tertentu. Jadi apapun musiknya asalkan Band tersebut mempunyai Passion yang tinggi terhadap musiknya pasti akan di support oleh Punk Rock Bebas. Tapi jangan harap Punk Rock Bebas akan mensuport musik melayu atau apapun itu yang telah menjadi korban industri musik Indonesia yang terlah merusak tatanan kreatif dunia musik Indonesia. Masyarakat pendengar dibutakan dan dibodohi dengan adanya band-band tersebut.
Sebagai band, Punk Rock Bebas, bebas untuk berbuat apapun untuk mengapresiasikan musiknya. Baik itu menghancurkan sound, berkelahi dengan orang-orang, meludah, dan berbagai kekerasan lainnya. Karena Punk Rock Bebas itu BEBAS. Itu merupakan suatu apresiasi dari paham anarchy yang di usung Punk Rock Bebas. Anarchy adalah suatu paham yang menginginkan tatanan kehidupan tanpa birokrasi dan pemerintah.
To be continued....
No comments:
Post a Comment